Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami
Zulkarnain● online 6281379099099
Armada● online 6282278214424
● online
Pesantren Didorong Kembangkan Kewirausahaan dan Unit Usaha
Sumber: https://lampost.co/humaniora/pesantren-didorong-kembangkan-kewirausahaan-dan-unit-usaha
BANDAR LAMPUNG (lampost.co) — Pesantren di Lampung memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan kewirausahaan dan unit usaha. Gagasan tersebut mengemuka dalam KONGKOW Entrepreneur Pesantren yang menjadi agenda di BP SDM Provinsi Lampung, Sabtu (19/9/2026).
Forum tersebut mempertemukan pengelola pesantren, praktisi usaha, dan perguruan tinggi untuk membahas pengembangan potensi ekonomi pesantren sekaligus peningkatan kapasitas generasi muda.
Pengasuh Rumah Ngaji Mahasantri Bina Cendekia Luhur (BCL) Lampung, Dr. H. Abdurochman, M.Ed., hadir sebagai salah satu penggagas forum tersebut. Kegiatan mengangkat sejumlah isu, mulai dari pola pikir kewirausahaan, pengembangan potensi santri, kemandirian ekonomi, hingga kemampuan membaca peluang usaha.
Abdurochman mengatakan pengembangan kewirausahaan dapat menjadi bagian dari proses pendidikan di lingkungan pesantren. Santri tidak hanya berbekal pengetahuan keagamaan, tetapi juga keterampilan yang dapat mendukung kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan.
Bangun Unit Usaha Pesantren
Salah satu gagasan yang dibahas dalam forum ialah pengembangan unit usaha di lingkungan pesantren. Unit tersebut dapat tersesuaikan dengan potensi masing-masing lembaga, keterampilan santri, maupun sumber daya yang tersedia di daerah.
Dr. Fisman Bedi, M.Si., menyampaikan peluang kerja sama dengan pondok pesantren di berbagai wilayah Lampung. Menurut dia, penguatan unit usaha dapat menjadi salah satu cara pesantren membangun kemandirian sekaligus memberdayakan lingkungan sekitarnya.
Dalam forum tersebut, El-Thila menyatakan kesiapan untuk membuka ruang sinergi dengan pesantren dalam pengembangan usaha.
Pengembangan usaha pesantren, kata para peserta forum, tidak semata-mata diarahkan pada aktivitas ekonomi. Pengelolaan unit usaha juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi santri untuk mengenal perencanaan, produksi, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pelayanan konsumen.
Dengan pendekatan tersebut, aktivitas kewirausahaan dapat berjalan beriringan dengan proses pendidikan.
Perguruan Tinggi Buka Peluang Beasiswa
Forum tersebut juga menghadirkan Rektor Universitas Indonesia Mandiri (UI Mandiri), Dr. Rustono Farady Marta, M.Med.Kom. Ia menyampaikan informasi mengenai program perkuliahan dan peluang beasiswa yang tersedia di perguruan tinggi tersebut.
Kehadiran perguruan tinggi membuka pembahasan mengenai keberlanjutan pendidikan generasi pesantren setelah menyelesaikan pendidikan di lembaga masing-masing.
Selain berbagi informasi pendidikan tinggi, kegiatan juga menghasilkan kerja sama konkret melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Indonesia Mandiri dan Bina Cendekia Luhur.
Kerja sama tersebut mencakup bidang Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. MoU itu menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring antara lembaga pendidikan dan rumah ngaji dengan perguruan tinggi.
Belajar dan Berwirausaha
KONGKOW Entrepreneur Pesantren membawa gagasan “Belajar, Berdaya, Berwirausaha” sebagai salah satu spirit kegiatan. Gagasan tersebut menempatkan pengetahuan sebagai modal yang perlu dikembangkan menjadi keterampilan dan karya yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Abdurochman mengatakan penguatan pesantren dapat dilakukan melalui riset, inovasi, jejaring, dan kolaborasi. Kewirausahaan menjadi salah satu bidang yang dapat dikembangkan untuk memperluas peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.
Pesantren memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari keterampilan santri, pengelolaan usaha, pemanfaatan sumber daya lokal, hingga kerja sama dengan pelaku usaha dan institusi pendidikan. Namun, pengembangan unit usaha membutuhkan tata kelola yang baik agar aktivitas ekonomi tetap berjalan berkelanjutan dan tidak mengganggu fungsi utama pesantren sebagai lembaga pendidikan.
Melalui KONGKOW Entrepreneur Pesantren, para peserta mendorong agar ruang kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, dan dunia usaha terus diperluas.
Bagi Bina Cendekia Luhur, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jejaring yang dapat mendukung pengembangan pendidikan, kewirausahaan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan pesantren.
Tags: Assahil, Bandar Lampung, El-Thilla, KEWIRAUSAHAAN, Lampung Selatan, Pondok Pesantren, PPTQ, PT ATI, USAHA
Pesantren Didorong Kembangkan Kewirausahaan dan Unit Usaha
Sumber: https://www.sumselindependen.com/pt-el-thilla-gandeng-bina-cendekia-luhur-perkuat-kewirausahaan-pesantren-se-lampung/ Sumsel Independen– Upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan jiwa kewirausahaan di lingkungan pesantren terus didorong melalui kolaborasi antara dunia usaha,... selengkapnya
Sumber: https://lampost.co/humaniora/pesantren-didorong-kembangkan-kewirausahaan-dan-unit-usaha BANDAR LAMPUNG (lampost.co) — Pesantren di Lampung memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan kewirausahaan dan unit usaha. Gagasan tersebut... selengkapnya
El Thila’ Premium diformulasikan untuk memberikan daya tutup maksimal dengan hasil akhir halus, rata, dan elegan. Cocok untuk hunian modern,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSCat Dasar Berbasis Air untuk Perlindungan dan Persiapan Permukaan Dinding El Thila Alkali Sealer Wall Primer adalah cat dasar berbasis… selengkapnya
*Harga Hubungi CSEl Thila’ Ekonomis dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengecatan yang lebih hemat tanpa mengabaikan tampilan akhir dinding. Varian ini cocok untuk… selengkapnya
*Harga Hubungi CSEl Thila’ Medium hadir sebagai pilihan cat tembok dengan kualitas prima dan harga yang tetap bersahabat. Dirancang untuk menghasilkan warna… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.